Tips Mantap Agar Terbebas dari Lingkaran Sandwich Generation

Sandwich Generation

Setelah kamu membaca fakta sandwich generation sebagai berkah atau musibah, kira-kira menurut kamu gimana tuh ? Pada hakikatnya, setiap pribadi haruslah merdeka finansial agar mereka tidak perlu bergantung pada orang lain. Untuk memutus rantai ketergantungan tersebut, yuk cari tau caranya dengan tips berikut.

PENGHASILAN YANG MEMADAI

Kunci paling penting untuk memutus rantai tersebut adalah memiliki penghasilan yang memadai. Sangat jelas bahwa sandwich generation menjadi beban karena generasi tersebut sulit mengatur keuangan. Kesulitan yang mereka hadapi adalah mengatur pengeluaran yang setara bahkan melebihi penghasilan.

Seperti contoh, pengeluaran untuk orang tua, anak, dan pribadi, masing masing 5 juta per bulan. Tetapi, penghasilan bulananmu hanya 10 juta. Tentu saja, kamu akan kesulitan untuk mencukupi pengeluaranmu. Belum lagi bila anak atau orang tua sedang ingin sesuatu, maka akan menjadi beban psikologis tersendiri. Beda halnya bila gaji bulanan 10 juta ditambah passive income 20 juta per bulan. Mungkin kamu tidak akan pusing karena masih ada sisa 15 juta untuk ditabung atau diinvestasikan.

RENCANA DAN KELOLA KEUANGAN

Baik berpenghasilan tinggi maupun pas-pasan, bila tidak kamu rencanakan dan kelola dengan baik, akan sia-sia adanya. Tentu saja, kamu harus rutin melakukan perencanaan keuangan yang matang, mulai dari kewajiban (utang dan cicilan), lalu kebutuhan dasar, hingga rencana keuangan anak maupun tertanggung lainnya. Dengan rutin melakukan budgeting, kamu akan lebih teratur dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran. 

Selain budgeting, kamu juga harus meninjau ulang antara rencana yang diawal kamu buat dengan realita yang kamu jalani. Dari situ, kamu dapat menyimpulkan apa saja yang harus dibenahi. Bila hasil tinjauan menyimpulkan pengeluaran yang berlebihan, maka kamu harus mengatur ulang pengeluaran yang berlebih atau menambah penghasilanmu. Dan sebaliknya, bila terdapat sisa dana, kamu dapat menganggarkan untuk kebutuhan lainnya, misalnya berinvestasi. 

Ingatlah bahwa pada hakikatnya setiap pribadi harus dapat mempersiapkan kemerdekaan finansialnya. Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu harus mempersiapkan diri dan anakmu agar tidak berada pada beban sandwich generation seperti yang sudah ada.

BANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK

Setelah melakukan hal-hal tersebut, kamu sekarang sudah berada di tahap dimana kamu tau 2 hal, apakah perlu bantuan atau dapat berjuang sendiri. Kamu tidak perlu gengsi bila pada akhirnya harus meminta bantuan. Bantuan tentu saja dapat membuat beban tersebut lebih ringan. Komunikasikan mulai dari internal menuju eksternal, yaitu dari lingkup suami atau istri, lalu ke anak sebagai keluarga inti kamu. Barulah lingkup diluar keluarga inti, dalam hal ini adalah tertanggung dan saudara. 

Bila kamu merasa dapat berjuang sendiri, mungkin solusinya perlu menyesuaikan anggaran pengeluaran, perlu pengertian mereka untuk tidak boros, atau mungkin saling bantu untuk mencari penghasilan tambahan. Bila perlu, kamu juga dapat membicarakan kondisimu dengan kerabat untuk bekerja sama menanggung beban ini. Tentu saja dengan menanggung bersama, anggarannya akan semakin ringan. Lagi-lagi tidak perlu gengsi, pun demi kesejahteraan bersama. Dan pada akhirnya, selain keuanganmu semakin tertata, hubungan dengan kerabat pun dapat saling erat. 

*

Nah dari 3 hal tersebut, mana yang menurut kamu paling efektif untuk menyelesaikan sandwich generation ini ? Kalau kamu masih butuh pencerahan, kamu juga bisa curhat tentang ini sama dokter keuangan di fitur KONSULTASI , loh. Mungkin saja setelah curhat langsung, bakal lebih lega dan mendapat penyelesaian spesial buat kamu. Yuk, cobain !

 

About Greaty Kristanto

Seorang perencana, penulis, dan penikmat hidup yang gemar akan travelling, kuliner, dan uang. Dari 3 hal tersebut, seringkali terasa dinamika untuk menyampaikan hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal tentang bagaimana membuat kombinasi antara perencanaan dan nikmatnya hidup, dalam tulisan yang dapat memberikan pengalaman bagi teman-teman pembaca.

View all posts by Greaty Kristanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *