Liburan Bahagia Dimulai dengan Rencana

Liburan Bahagia Dimulai dengan Rencana

Hayo, masih bertanya-tanyakah kamu mengenai mana lebih bahagia antara materi atau liburan?

Ada berbagai faktor dalam liburan yang akan membuatmu bahagia. Menurut penelitian oleh Dr. Jeroen Nawjin dari NHTV Breda University of Applied Science di Belanda, faktor-faktor tersebut mencakup masa-masa liburan hingga periode dari liburan itu sendiri. Bagaimana maksud penelitian tersebut? Daripada bingung terus dan nggak bahagia-bahagia, yuk lanjut kepoin bagaimana rencana liburan yang tepat agar bisa beneran bahagia.

FAKTA 3 : BAGIAN DALAM LIBURAN YANG MEMBUATMU BAHAGIA

Dalam suatu kejadian, ada yang namanya pra-kejadian, kejadian, dan pasca kejadian. Begitupula dengan liburan. Sebelum membahas hasil penelitian dari Dr. Jeroen, menurutmu tahap mana dari kejadian tersebut yang membuat kita paling bahagia?

Sebagian dari kita akan menjawab, “ya, kejadian liburannya itu, lah!”. Sayangnya, jawabannya salah. Menurut jurnal hasil penelitian Dr. Jeroen, justru tahap kejadian yang paling memberikan taraf kebahagiaan paling tinggi adalah tahap pra-liburan. Pada tahap ini, kamu pastinya sangat bahagia karena akan berlibur ke tempat yang kamu sukai. Bila kamu akan bepergian ke tempat menarik yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya, kamu tentu akan semakin bersemangat di tahap ini. Level kebahagiaan ini akan cenderung menurun sembari kamu mengalami liburan hingga pasca liburan. Setidaknya, kamu pasti akan membuat pengalaman yang berkesan dan ingin kamu ulangi kembali, bukan?

FAKTA 4 : YAKIN LIBURAN LAMA MAKIN BAHAGIA?

Menurut Dr.Jeroen, kebahagiaan seseorang meningkat sejak ia merencanakan liburannya, walaupun dilakukan jauh-jauh hari hingga 8 minggu. Selain itu, dalam penelitiannya juga disebutkan faktor periode liburan mempengaruhi pula dalam level kebahagiaan seseorang. Dr. Jeroen menyarankan kita untuk liburan dalam jangka waktu 7-13 hari. Hal itu dapat menimbulkan perasaan bahagia yang lebih lama dibandingkan mereka yang hanya berlibur dibawah 7 hari atau lebih dari 13 hari.

Seseorang yang berlibur dibawah 7 hari dirasa belum menemukan kebahagiaan dalam liburannya tersebut, sedangkan seseorang yang berlibur diatas 13 hari mengalami penurunan tingkat kebahagiaan yang mungkin dipengaruhi oleh kebosanan. Dr. Jeroen juga menyampaikan bahwa perasaan bahagia tersebut akan tetap ada setelah liburan berakhir walaupun hanya bertahan tidak lebih dari 2 minggu saja.

*

Fakta tambahan yang cukup menarik adalah bagi kamu yang rutin berlibur, level kebahagiaannya lebih tinggi dibanding orang yang jarang berlibur. Oleh karena itu, tunggu apalagi? Cuss rencanakan liburanmu, mungkin liburan akhir tahun ini dapat menjadi momen yang pas buat melepas penat bekerja di semester 2 nantinya. Bagaimana tuh caranya nabung yang oke buat libur akhir tahun nanti? Yuk , simak tips KECE ABIS disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *