Kredit Mobil itu Baik atau Buruk, Ya?

“Kredit Mobil itu Baik atau Buruk, Ya?”

Adit hobi mengoleksi mobil-mobil mewah. Setiap acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), Adit selalu datang untuk “cuci mata” bahkan membeli mobil dengan mudahnya. Garasi rumahnya dipenuhi dengan mobil-mobil premium yang harganya selangit.

Bagi dirinya, mengoleksi mobil adalah hobi yang menyenangkan sekaligus bergengsi. Meskipun, semua mobil tersebut didapatkan dengan mengajukan kredit.

Berbeda dengan Adit, Agus membeli mobil dengan kredit tetapi tujuannya berbeda. Selain untuk transportasi pribadi, Agus sering turun ke jalan menjadi driver taksi online.

Pembayaran kredit mobilnya didapatkan dari usaha sampingan Agus tersebut. Bahkan, beberapa kali Agus mendapatkan uang lebih untuk sekadar nonton di bioskop bersama keluarganya.

Dari dua cerita tersebut dapat kita lihat ada dua cerita kredit atau utang yang berbeda. Adit berutang untuk gaya hidup, sedangkan Agus untuk menambah pemasukan. Lalu, manakah utang baik dan utang buruk?

Utang Buruk Kayak Apa, Sih?

Utang dikatakan buruk jika dia hanya membebani kehidupanmu. Barang atau jasa yang dibeli tidak menambah pemasukan bagi kantong, malahan membuatnya jebol. Contohnya bisa dilihat dari kebiasaan Adit yang suka mengkoleksi mobil premium. Meskipun sebenernya itu sah-sah saja karena merupakan hobi, tetapi ada cara lain untuk tetap gaya tanpa harus berutang.

Terus Utang Baik, Itu Apa?

Coba deh, lihat cerita Agus yang membayar kredit mobil dengan cara menjadi driver taksi online setelah pulang kantor. Agus sedang berutang, tetapi keuangannya tidak terbebani karena barang yang diutangi menghasilkan pendapatan baginya. Ini dapat disebut sebagai utang baik.

Masih bingung membedakan utang baik dan utang buruk? Jika masih bingung, kamu bisa menginstal FUNDtastic di handphone. Di sana, kamu bisa bertanya lebih jelas dengan Dokter Keuangan FUNDtastic mengenai utang baik dan buruk.

Kamu juga bisa curhat jika punya masalah terkait utang atau kredit. FUNDtastic akan menemani kamu, layaknya sahabat yang tidak mau melihat sahabatnya sedih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *