Ingin Investasi Reksa Dana? Pahami Dulu 10 Istilah Ini

Ingin Investasi Reksa Dana? Pahami Dulu 10 Istilah Ini

Thank God It’s Friday, FUNDpeople ! Akhirnya kita sampai di akhir pekan, ya. Sebelum memulai weekend yang ditunggu-tunggu ini, coba kenalan dulu dengan reksa dana di artikel dibawah ini.

  • Kenalan dulu sama reksa dana, disini .

Kalau sudah, yuk kita lanjutin belajar tentang istilah reksa dana yang perlu kamu pahami sebelum mulai berinvestasi reksa dana.

PROFIL RISIKO

Saat kamu hendak berinvestasi, tentukan profil risikomu. Profil tersebut merupakan cerminan tingkat kenyamanan kamu terhadap risiko yang mungkin akan kamu hadapi selama proses investasi. Profil risiko sendiri terbagi menjadi konservatif alias yang berisiko kecil, moderat alias risiko menengah, dan agresif untuk risiko tinggi. Kira-kira apa profil risikomu?

PROSPEKTUS

Prospektus pada reksa dana adalah semacam proposal yang diterbitkan oleh perusahaan pembuat produk reksa dana. Prospektus sendiri bertujuan memberikan informasi mengenai latar belakang produk reksa dana, kinerja selama pengelolaan reksa dana, hingga prospek atau rencana perkembangan produk reksa dana yang dikelola tersebut. 

FUND FACT SHEET

Nah, biasanya kamu akan menemukan prospektus yang berhalaman-halaman. Kalau kamu ingin versi simple-nya, kamu cukup lihat fund fact sheet. Fund fact sheet biasanya hanya 1 halaman yang diterbitkan secara periodik dan berisi informasi umum, seperti profil manajer investasi, tujuan investasi dengan reksa dana tersebut, profil reksa dana, maupun deskripsi kinerja reksa dana.

BANK KUSTODIAN

Bagaimana dengan dana yang kamu investasikan untuk reksa dana ini ? Tenang saja, FUNDpeople. Bank kustodian yang telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan ini adalah pihak yang bertugas menjalankan fungsi administratif antara Manajer Investasi dengan kamu sebagai investor. Jadi, segala transaksi keuangan ( jual, beli, pemindahan unit reksa dana, hingga pencatatan nilai per unit reksa dana ) akan dilakukan antara kamu dan bank kustodian. Setelah itu, laporannya akan diteruskan juga ke Manajer Investasi untuk dikelola oleh mereka. 

Selain itu, bank kustodian juga berfungsi untuk mengawasi, menjaga, dan menyimpan aset reksa dana. Yang dimaksudkan aset reksa dana adalah efek yang dikelola oleh Manajer Investasi.

MANAJER INVESTASI

Selain kenal dengan bank kustodian, kamu juga harus kenalan sama Manajer Investasi. Kenapa, tuh ? Karena Manajer Investasi inilah yang mengelola dana investasi kamu ke portofolio efek. Manajer Investasi ini pastinya sudah berlisensi dan berpengalaman dalam mengelola dana investasi sehingga reksa dana yang kamu beli nantinya akan memiliki nilai yang semakin berkembang.

PORTOFOLIO EFEK

Dana kamu dikelola dimana, sih ? Jawabannya adalah efek. Efek merupakan surat berharga yang terdiri dari saham, obligasi atau surat utang, reksa dana yang telah umum beredar, maupun surat tanda bukti utang. Dapat disimpulkan bahwa portofolio efek adalah kumpulan dari surat berharga tersebut sebagai tempat alokasi dana investasi.

NILAI AKTIVA BERSIH

Kalau kamu membeli barang, kamu pasti melihat harga, bukan ? Sama dengan reksa dana, nilai aktiva bersih merupakan harga reksa dana, dimana nilainya didapat dari pembagian nilai total dana kelolaan manajer investasi terhadap unit penyertaan reksa dana yang ditawarkan kepada publik. 

Saat kamu membeli produk reksa dana di harga tertentu, maka dana yang kamu alokasikan tersebut akan tercatat untuk menambah nilai dana kelolaan Manajer Investasi. Disamping itu, sama seperti membeli suatu produk, unit penyertaan adalah satuan reksadana yang kamu beli. 

SUBSCRIPTION FEE

Namanya orang jualan perlu ada biaya layanan, kan ? Reksa dana pun demikian. Subscription fee merupakan biaya layanan untuk transaksi pembelian reksa dana. Umumnya, biaya layanan pembelian reksa dana berkisar antara 0% atau gratis hingga 5%.

REDEMPTION FEE

Selain subscription fee, ada redemption fee yang merupakan biaya layanan untuk transaksi penjualan reksadana. Redemption fee ini juga berkisar antara 0% hingga 5%.

TRANSAKSI SWITCHING

Switching yang dimaksudkan disini adalah pemindahan unit penyertaan suatu reksa dana ke produk reksa dana lainnya. Hal ini dapat dilakukan atas keputusan investor. Dengan adanya fasilitas switching ini, kamu sebagai investor tidak perlu bolak-balik melakukan redemption dan melakukan subscription di reksadana lainnya.

*

Nah, sudah paham dengan 10 istilah diatas ? Kalau kamu masih bingung dan butuh rekomendasi reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuanganmu, kamu dapat ngobrol langsung bareng dokter keuanganmu di FUNDtastic supaya kamu makin kenal dengan reksa dana. Emangnya reksa dana ada apa aja, sih ? Tunggu kelanjutannya di artikel berikutnya. Happy weekend, FUNDpeople !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *