Cari Tau Kenapa : Investasi Saham di Reksa Dana Saham

CARI TAU KENAPA SERIES 03

FUNDpeople, apakah kamu termasuk salah satu dari milenial yang tertarik pada investasi saham ? Seperti yang kita tau, banyak sekali seminar maupun workshop mengenai investasi saham di beberapa tahun terakhir ini. Tapi, apakah kamu sudah paham betul dengan produk saham tersebut ? Kalau kamu adalah milenial yang selalu kepo dengan belajar investasi, ada satu alternatif investasi saham dengan produk investasi sejenis, yaitu reksa dana saham. Bedanya, kamu tidak perlu terlalu pusing untuk analisa teknikal maupun fundamental saham secara langsung. Kepo dengan produk tersebut ? Yuk, lanjutin bacanya.

PENGEN INVESTASI SAHAM TAPI MASIH PEMULA ? COBAIN REKSA DANA SAHAM !

Secara umum, investasi di saham maupun di reksa dana saham, mirip-mirip, guys. Naik turun nilai reksa dana saham sama-sama bikin deg-degan dan nggak perlu kamu pantengin tiap hari. Kenapa gitu ? Karena investasi di reksa dana saham maupun di saham langsung tuh untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu diatas 10-15 tahun. Udah 10-15 tahun aja, masih tidak terlepas dari yang namanya fluktuasi harga. Oleh karena itulah, kedua produk ini dikhususkan bagi 2 tipe investor, yakni investor yang menyukai tantangan alias agresif dan investor yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang tersebut.

Perbedaan pada kedua produk tersebut mirip sama ilustrasi anak kosan. Kalau investasi saham, berarti kamu sebagai anak kosan harus masak segala bentuk makanan (alias saham) untuk kamu makan (investasikan). Enak nggaknya, ya kamu yang tanggung sendiri. Terus, kamu harus belajar gimana caranya bikin makanan itu enak biar pas untuk profil kamu. 

Bedanya dengan reksa dana saham, ya kamu sebagai anak kosan males nih buat masak makanan sendiri karena harus sibuk kuliah atau kerja, capek bikin masakan sendiri, atau nggak sempet belajar buat masak makanan yang enak. Jadi, kamu akhirnya harus beli di restoran atau di tempat yang kamu percayakan (alias Manajer Investasi) untuk makanan yang nantinya kamu dapatkan.

Pada akhirnya, kamu mendapatkan makanan yang terolah dengan baik (alias reksa dana) tanpa menghabiskan waktu dan tenaga karena sudah ada chef dan resto yang mengelola bahan makanan kamu dengan baik.

INVESTASI REKSA DANA SAHAM, GIMANA SIH ?

Seperti namanya, reksa dana saham mengalokasikan dana kelolaannya sekitar 80% untuk portofolio saham dan sisanya dialokasikan untuk portofolio yang lebih likuid. Disaat investasi saham butuh dana yang lebih besar atau lebih berisiko, dengan investasi reksa dana saham kamu hanya perlu mulai dengan 100 ribu rupiah dan kamu sudah memiliki beberapa saham. Kok bisa ?

Karena di reksa dana saham, dana investasi kamu dikumpulkan dengan investor lain untuk dikelola di portofolio saham. Gambaran alokasi portofolio saham yang dikelola oleh Manajer Investasi dapat kamu lihat di fund fact sheet pada reksa dana saham saham kamu miliki.

Seperti yang dijelaskan diatas, investasi di reksa dana saham ditujukan untuk tujuan keuangan jangka panjang. Misalkan, kamu ada rencana punya rumah sendiri 10 tahun lagi atau ingin mengalokasikan dana untuk rencana pensiun 30 tahun lagi. Maka, dengan reksa dana saham, perhitungan investasi bulanan kamu akan lebih kecil, dimana return wajar rata-rata tahunannya adalah 18 %.

*

Nah, sekarang kamu sudah punya 2 produk nih, ada saham dan reksa dana saham. Kira-kira, mana yang cocok untuk kamu ? Kenapa nggak investasi di reksa dana saham dulu biar tau feeling nya investasi saham ? Yuk, kepoin reksa dana saham di aplikasi FUNDtastic-mu sekarang !

About Greaty Kristanto

Seorang perencana, penulis, dan penikmat hidup yang gemar akan travelling, kuliner, dan uang. Dari 3 hal tersebut, seringkali terasa dinamika untuk menyampaikan hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal tentang bagaimana membuat kombinasi antara perencanaan dan nikmatnya hidup, dalam tulisan yang dapat memberikan pengalaman bagi teman-teman pembaca.

View all posts by Greaty Kristanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *