Cari Tau Kenapa : Investasi di Reksa Dana Pasar Uang

CARI TAU KENAPA SERIES 01

Hey, FUNDpeople ! Sudahkah kamu tau kalau ada beberapa jenis reksa dana ? Salah satunya reksa dana yang cukup laris manis adalah reksa dana pasar uang. Yuk, kita cari tau kenapa harus investasi di reksa dana pasar uang.

PROFIL REKSA DANA PASAR UANG

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang alokasi dananya berada pada produk investasi jangka pendek, seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi jangka pendek sekitar 1 tahun, maupun instrumen pasar uang lainnya. Jenis reksa dana ini cocok untuk pemula dan kamu yang memiliki toleransi risiko investasi yang rendah. Umumnya, reksa dana pasar uang ini memiliki nilai pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank, yakni berkisar antara 6-8% per tahun.

TUJUAN KEUANGAN UNTUK REKSADANA INI

Seperti yang dibahas diatas, reksa dana ini dialokasikan pada produk investasi jangka pendek. Dengan begitu, reksa dana ini juga sebaiknya dialokasikan untuk tujuan keuangan minimal 1 tahun. Contoh tujuan keuangan kisaran 1 tahun, seperti dana darurat, rencana jalan-jalan tahun depan, maupun DP mobil atau rumah tahun depan. 

Perlu kamu tau juga, reksa dana ini tidak terbatas untuk tujuan keuangan dalam jangka waktu 1 tahun saja. Bagi kamu yang memiliki profil risiko konservatif, alias takut ambil risiko, kamu juga bisa alokasikan dana investasimu di reksa dana pasar uang ini untuk tujuan keuanganmu di masa depan.

RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI

Setiap produk investasi memiliki risikonya masing-masing, tidak terlepas pun reksa dana pasar uang. Risiko yang pertama dari reksa dana ini adalah risiko fluktuasi harga. Reksa dana pasar uang tidak hanya dialokasikan pada produk deposito, melainkan produk obligasi dan surat berharga jangka pendek. Kinerja yang berbeda memungkinkan adanya fluktuasi nilai pengembangan reksa dana.

Akan tetapi, Manajer Investasi sudah sangat ahli dalam mengelola portofolio pada reksa dana pasar uang sehingga risikonya lebih terbatas. Selain itu, fluktuasi nilai pengembangan juga dipengaruhi oleh nilai suku bunga. Oleh karena itulah, setiap adanya perubahan suku bunga, nilai pengembangan akan ada penyesuaian.

Risiko kedua adalah risiko likuiditas. Manajer investasi bertugas untuk membagi dana kelolaan ke beberapa produk, termasuk menyimpan dana likuid. Apabila kamu dan investor lainnya melakukan redemption atau penjualan dalam nominal yang besar dan serentak, ada kemungkinan dana likuid tadi tidak cukup untuk memenuhi pencairan dana. Bila demikian, Manajer Investasi harus mencairkan portofolionya dan kemungkinan akan menghabiskan waktu yang cukup lama.

*

Nah, menurut kamu, apakah reksa dana pasar uang cocok untuk mencapai tujuan keuanganmu ? Apakah kamu termasuk tipe investor yang cocok dengan produk investasi ini ? Kini di aplikasi FUNDtastic tersedia reksa dana pasar uang yang cocok untuk kamu, loh. Dengan aplikasi FUNDtastic, kamu bisa investasi mudah dalam satu genggaman. Yuk, cobain !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *