Beli Sepatu Pake Dana Darurat atau Tabungan?

BELI SEPATU

FUNDpeople, sudah tiba lagi nih akhir pekan. Kira-kira saatnya apa ya akhir pekan? Pasti kebanyakan orang akan menjawab, “belanja-belanja di mall akhir pekan” atau “berburu sale sepatu mumpung lagi ada”. Nah, biasanya akhir pekan dihabiskan di pusat perbelanjaan. Tapi, kira-kira bikin habis kantong juga nggak tuh?

Kali ini, kita akan bahas lebih lanjut mengenai beli-beli barang di pusat perbelanjaan, seperti contohnya sepatu, itu seharusnya pakai dana darurat atau tabungan?

MASUK KATEGORI KEBUTUHAN ATAU KEINGINAN?

Saat kamu hendak membeli sesuatu, ingatlah selalu untuk tidak langsung membelinya. Kenapa? Berbeda dengan makanan sebagai kebutuhan pokok, berbelanja sesuatu haruslah kamu sikapi lebih bijak. Kamu harus menentukan apakah barang yang hendak kamu beli itu merupakan kebutuhan atau keinginan semata. Bisa jadi, kamu hanya lapar mata.

Ada satu trik yang cukup jitu untuk menghindari lapar mata. Setelah kamu melihat barang yang kamu ingini, coba bandingkan dengan harga di tempat lain, termasuk online store. Kemudian, tutup dan jangan dilihat lagi. Lakukan terus hingga 7 hari. Biasanya setelah 7 hari, keinginan tersebut akan tidak sebesar sebelumnya.

DANA DARURAT BUKAN OPSI UNTUK PENUHI KEINGINANMU

Saat kamu berada di pusat perbelanjaan dan mau beli sepatu, pikirkan sepatu itu untuk koleksi, kebutuhan kerja, atau keinginan lapar mata saja. Tentu saja, membeli sepatu bukan hal rutin yang kamu lakukan, kecuali kamu hobi mengoleksi sepatu. Lalu, beli sepatunya pake dana darurat atau tabungan?

Membeli sepatu karena kamu butuh (berarti kalau tidak beli akan terjadi masalah), maka gunakan dana darurat. Sedangkan, bila membeli sepatu sebagai bentuk keinginan gunakan tabungan. Sebagai catatan bila kamu hobi mengoleksi sepatu, berarti perlu kamu lakukan budgeting anggaran hobi koleksi sepatu dari penghasilanmu.

EMANGNYA DANA DARURAT TUH APA SIH?

Dana darurat sejatinya dipakai untuk kebutuhan darurat yang mendesak, seperti membeli perlengkapan kerja, membayar rumah sakit yang tidak di tanggung asuransi, memenuhi kebutuhan bila kehilangan pendapatan. Oleh karena itulah, seharusnya dana darurat dipakai hanya untuk kejadian yang benar-benar mendesak, dengan harapan tidak merusak arus kas bulananmu.

Besaran dana darurat sendiri bervariasi mulai dari 3-12x pengeluaran bulananmu. Karena kebutuhan mendadak bisa datang kapan saja, maka dana darurat harus disimpan dalam bentuk likuid, seperti tabungan dan reksa dana pasar uang. Untuk menghindari pemakaian yang tidak sesuai dengan konsep dana darurat, maka disarankan adanya pemisahan rekening maupun reksa dana untuk tujuan yang berbeda.

*

Nah, jadi sudah paham kan, kebutuhan seperti apakah yang boleh menggunakan dana darurat? Jangan salah paham lagi ya. Yuk, mulai nabung dana daruratmu dari sekarang!

About Greaty Kristanto

Seorang perencana, penulis, dan penikmat hidup yang gemar akan travelling, kuliner, dan uang. Dari 3 hal tersebut, seringkali terasa dinamika untuk menyampaikan hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal tentang bagaimana membuat kombinasi antara perencanaan dan nikmatnya hidup, dalam tulisan yang dapat memberikan pengalaman bagi teman-teman pembaca.

View all posts by Greaty Kristanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *